Jumat, 18 Mei 2012

KEMENYAN & JIN



Ini penjelasan singkat yang saya tulis tergesa-gesa tadi malam; demi pengetahuan yang meluruskan dan membentuk pola pikir yang shahih dan benar.


A. KEMENYAN

Tahukah kamu ? Pada zaman Ratu Saba, istrinya Rasulullah Sulaiman AS, kemenyan lebih berharga dan lebih mahal daripada emas! Kemenyan sendiri adalah wewangian, yang berasal dari pengolahan getah pohon-pohon tertentu. Dan cara menggunakannya adalah dengan di bakar bersama bara api. Dan asap yang dihasilkan dari pemanggangan tersebutlah yang akan memancarkan aroma khas tertentu.
Penggunaan kemenyan sebagai media perdukunan, juga ada dan digunakan oleh para pelaku mistik di Persia. Jadi tidak hanya di Indonesia, penggunaan kemenyan dengan cara nyeleneh juga digunakan di lain tempat.
Namun, masing-masing aroma kemenyan itu berbeda. Tergantung getah pohon apa yang digunakan. Dan menurut salah satu riwayat, dikatakan bahwa Rasulullah sangat menyukai buhur (kemenyan ; wewangian yang dipanggang). Karena memang, penggunaan kemenyan oleh beliau sebagai pewangi.
Aroma kemenyan Indonesia tentu berbeda dengan aroma kemenyan di Negara lain.
Kemenyan juga digunakan sebagai wewangian untuk jenazah saat di kafani. Dalam pengurusan jenazah menurut ajaran Islam, jenazah orang yang sudah meninggal itu dimandikan dengan air sabun, atau perasan daun bidara yang wangi. Kemudian ditaburi wewangian lain jika perlu untuk mengurangi bau tak sedap. Di kampong saya sendiri, selain menggunakan kapur barus, masih ada yang menggunakan kayu cendana yang di bakar terlebih dahulu kemudian jenazah di asapi agar wangi cendana meresap ke kain kafan si mayat.
Kemenyan pun demikian! Kemenyan di gunakan untuk wewangian bagi jenazah. Namun, aroma kemenyan hasil olahan Indonesia ini memiliki aroma kental yang mistis. Ini tidak mengada-ngada. Jika saya analogi, setiap benda yang ada dimuka bumi ini memancarkan aura dan pesona tersendiri. Misal, warna putih yang memancarkanketenangan. Orang yang selalu tersenyum pun ikut memancarkan ketenangan bagi orang-orang disekitarnya. Atau taman bunga melati, yang akan memancarkan aroma terapi yang menenangkan fikiran.
Kemenyan juga sama. Bau nya memancarkan aroma tertentu yang direspon otak ; kelam, mistis. Secara ilmiah ini wajar. Dan mengenai kemenyan yang katanya dipakai buat memanggil jin, bisa jadi benar, bisa jadi hanya kebetulan. Namun yang jelas, Jin juga punya cita rasa, dan selera. Bisa saja ia tertarik dengan bau kemenyan, dan menjadi bau favoritnya. Itu penjelasan secara rasionalnya.
Jika saya menjelaskan dari sudut pandang irasionalnya ; Jin memang memiliki keterikatan khusus dengan bau ini. Dimana bau kemenyan merupakan semacam sinyal pemanggil mereka.


B.      BENARKAH JIN ITU SESAKTI YANG DICERITAKAN ORANG KEBANYAKAN ?
Jawabannya bisa ya, dan bisa tidak. Jin itu sama seperti manusia. Ada yang bodoh, dan ada yang pintar. Ada yang kuat, dan ada pula yang lemah. Namun, walau jin adalah makhluk ghaib, mereka tidak mengetahui secara mutlak perkara kecuali hanya sedikit saja.
Ketika Rasulullah Sulaiman AS wafat, tidak ada seorang jin pun yang tahu. Sampai pada akhirnya tongkat yang menjadi tumpuannya lapuk karena dimakan rayap dan jatuhlah tubuh beliau. Melihat ambruknya jenazah Sulaiman yang selama ini berdiri dengan tongkatnya, dan yang selama ini mereka sangka masih hidup, ternyata barulah tahu kalau beliau sudah wafat. Mereka yang pada awalnya bekerja sambil ketakutan karena merasa terus diawasi, berteriak gembira dan berterbangan kemana-mana.
Nah, Nabi Sulaiman saja yang wafat di depan mata mereka saja, tidak mereka ketahui, apalagi yang lebih daripada itu!
Makanya, bodoh kalau saja ada orang yang mempertanyakan masalah “jodoh saya gimana Mbah ?”. Atau, “karir saya gimana Mbah ?”
Namun, kalau anda menanyakan, “Obat untuk penyakit anak saya, apa Mbah ?”, lalu jawaban yang anda terima, “daun ini.. dan ini..”, mungkin saja benar. Kenapa ?
Jin hidup dalam usia yang amat panjang. Ada yang 300 tahun, 1000 tahun, atau 50.000 tahun. Mereka telah mempelajari banyak hal, dan mempelajari banyak pengetahuan. Makanya jangan heran ada jin yang mampu berbahasa Jerman, Arab, Inggris, Melayu, atau Ibrani, atau menguasai 100 bahasa asing yang berbeda sekaligus. Karena mereka belajar lebih lama daripada kita.
Dan secar fisik, materi tubuh mereka yang halus (sebagai makhluk ghaib), memungkinkan mereka untuk menembus dan menyelam kedalam laut paling dalam, atau terbang menuju angkasa luar. Karena kemampuan ghaib sebagai sifatnya dan pengetahuan yang ia pelajari.
Mengenai kesaktian mereka, well; ketika Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan Isra’ Mi’raj, saat sedang mengendarai buraq bersama malaikat Jibril AS, beliau di kejar oleh Jin Ifrit yang ingin membunuh beliau sambil membawa obor. Dengan obor itu, ia ingin membakar Rasulullah sampai mati. Bayangkan saya kecepatan buraq yang melebihi cahaya, masih bisa diikutinya walau tidak terkejar. Satu lompatan jin ifrit ini mampu melampaui seribu gunung. Inilah sekelumit tentang orang yang tidak percaya kesaktian jin itu ada.
Namun, tetap saja mereka tidaklah menguasai perkara ghaib seperti jodoh, karir, dan lain-lain. Bahkan, mereka tidak tahu benda apa yang ada di balik tembok seperti kita yang juga tidak tahu. Mata mereka tak tembus pandang. Atau mereka tidak mengetahui sedang apa anak anda di kota A, dan anda yang ada di kota B.
Walau sebagian ada yang bisa, seperti sebagian manusia yang bisa. Namun, itu bisa dilatih, yakni mind power seperti telepati, seperti mentalist Deddy Corbuzier. Contohnya seperti anak yang kembar. Mereka bisa saling tahu isi fikiran satu sama lain, dan berkomunikasi tanpa berbicara, hanya dengan kirim pesan melalui fikiran saja. Frekuensi otak mereka sama dan terkoneksi seperti kabel telpon. Dan, sekali lagi, ini bisa dilatih.
Kita sering terkecoh. Jin bisa mengetahui apa benda yang ada dibalik tembok ini. Sedang kita tidak bisa melihat karena terhalang tembok. Jin bisa saja menyelinap lalu melihat benda apa itu, dan kembali ketempat semula. Karena mereka melihat kita (sebagai makhluk ghaib), dan kita tidak melihat mereka (sebagai makhluk padat). Walau bisa saja mereka memang memiliki kemampuan tembus pandang karena pengetahuan yang mereka pelajari selama ratusan tahun.
Jika anda menanyakan perkara ghaib kepada mereka, mereka akan mencuri berita dari langit. Dan jika ada yang ketahuan, akan dikejar panah api sampai mati terbakar. Makanya, mereka bisa dan berani menjawab pertanyaan kita tersebut.
Ada lagi tipu dayanya, mereka memang tidak tahu sama sekali jawabannya. Missal ;
“Jin, anak saya ini akan lahir apa ? laki-laki apa perempuan ?”
Jika janin dalam kandungan istri sudah punya bentuk dan memasuki angka tujuh bulan, secara medis sudah bisa diintip dengan alat-alat kedokteran yang canggih walau tidak memastikan, maka jin bisa menerawangnya karena sifat ghaibnya mereka.
Tapi jika janinnya belum ada, masih hanya berbentuk gumpalan darah, maka si Jin punya trik lain. Ia akan menebak asal-asalan. Lalu di saat anak anda lahir dan tebakannya tepat, anda akan berterimakasih lalu memberikan sesembahan / qurban. Na’udzubillah!
Jika tebakannya salah, saat anak anda lahir, ia akan berkata, “Sesembahan mu kurang, makanya tak ku Kabul kan !”
Maka terjebaklah kita dalam situasi yang menggelikan sekaligus ngis!
Yaa Allah, lindungilah kami dari kejahatan dan tipu daya mereka!

TIGA :: SANTET


--SANTET--
Pada dasarnya ini termasuk 'sihir'. dan hukumnya dalam Islam, bagi pengamal = musyrik. bagi yang belajar = haram. Santet adalah sihir dengan bentuk mengirimkan penyakit, benda-benda berbahaya, yang bertujuan untuk membuat sasarannya kesakitan, bahkan mati. Rasulullah sendiri pernah di tenung / santet oleh seorang Yahudi, dan disembuhkan Allah melalui petunjuk malaikat Jibril AS. tahu kah kamu ? santet sudah ada sebelum Nabi Muhammad di utus oleh Allah untuk menyebarkan Islam.

tercatat, umat yang sezaman dengan Nabi Musa AS, yakni bangsa Qibti atau Mesir Asli, menjadikan sihir (termasuk santet, meramal nasib, pertunjukan-pertunjukan mengerikan) sebagai kebudayaan. ingat dong dengan cerita Nabi Musa yang mengalahkan tukang sihir rame-rame dengan mukjizat tongkatnya yang berubah menjadi ular besar, dan memakan ular-ularan si tukang sihir..? atau si Samiri ? yang bikin patung anak sapi emas menjadi hidup dengan sihir. hehehe.

Nah, asal mula santet atau ilmu kirim penyakit/benda-benda berbahaya tersebar, menurut sumber mayoritas adalah saat Nabi Sulaiman AS wafat.

Nabi Sulaiman AS diberi mukjizat oleh Allah SWT bisa mengendalikan tentara manusia, jin, hewan, dan angin. kedudukannya pun di muliakan Allah dengan memberikannya kedudukan Rasul sekaligus Raja. dizaman beliau, para cendekiawan dari bangsa manusia dan jin pun sering berkumpul bersama dan berdiskusi tentang masalah ilmu. tersiar bahwa, dizaman itu ada sebuah keilmuan yang berfungsi sebagai ilmu kirim obat untuk pasien atau penderita penyakit jarak jauh. keilmuan ini dibuat untuk mempermudah proses pengobatan dan penyembuhan bagi mereka yang tidak bisa di datangi oleh tabib secara lansung.

misal nih ; emak aye sakit dikampung. sedang die butuh penanganan dengan cepat. kalo nunggu tabibnye nyampe rumah, bisa berhari-hari dan bisa-bisa emak aye nggak tertolong. nah dengan ilmu kirim obat, sang tabib bisa menyembuhkan emak aye tanpa perlu mesti berpindah tempat dan bisa menghemat waktu.
Ilmu kirim obat ini, ternyata di "pelintir" oleh Jin Kafir untuk di jadikan Ilmu kirim penyakit. kalo sebelumnya yang dikirim ini adalah obat-obatan atau bahan-bahan penyembuhan, oleh Jin Kafir, malah dikirim racun-racun, bibit penyakit, dan alat-alat berbahaya yang dapat membuat cedera.

jika cara mendapatkan ilmu kirim obat adalah amalan dzikrullah dan sesuai syari'at Islam, Ilmu kirim penyakit malah sebaliknya, yakni mengucapkan mantera-mantera pemanggil Jin kafir dan amalan-amalan musyrik lainnya. jadi, mulai dari manfaat, proses mendapatkannya, di lakukan sebaliknya dari ilmu yang awal.
dan dengan cepatnya, para Jin-jin itu berkreasi, disertai bantuan Syetannya manusia, mereka berkreasi bersama dan akhirnya tersusunlah sebuah manuskrip/kitab tenung dan sihir. kitab-kita ini pun di sebarkan oleh mereka. namun atas kekuasaan Allah melalui Mukjizat Nabi Sulaiman, kitab itu berhasil dirampas dan beliau sembunyikan di bawah singgasananya. beberapa riwayat lain mengatakan bahwa kitab-kitab itu dibuang ke laut dan ada juga yang dibakar. saat Nabi Sulaiman AS wafat, para Jin kafir bersorak kegirangan. dan pemberontakan pun terjadi dimana-mana. nah, pada saat yang kacau balau itulah kitab yang berisi ilmu sihir berhasil dirampas kembali dan disebarkan keseluruh dunia.

DUA :: BENDA PUSAKA?


Benda Pusaka pada dasarnya adalah benda yang diwariskan secara turun temurun dalam suatu garis keluarga, dari generasi diatasnya, ke generasi dibawahnya. misalnya, kakek mewariskan sebuah rumah pada ayah, dan ayah mewariskan rumah itu kepada kamu. maka rumah itu, bisa dibilang harta atau benda pusaka. termasuk mobil, pistol, keris, buku, baju-baju, dan benda-benda lainnya.

namun, ketika mendengar kata "senjata pusaka", persepsi orang kebanyakan agak miring nih. senjata pusaka dikonotasikan sebagai benda keramat, berpenghuni ghaib, sakti, dan hal-hal yang bersifat mistik. padahal tidak selalu ! contohnya, pisau kepunyaan ayah yang ibu wariskan kepada saya. pisau ini tidak ada apa-apanya. cuma berkarat dan diberi bisa binatang beracun. pemberian bisa binatang beracun pada pisau adalah hal yang biasa saja, karena semua senjata kampung pada umumnya begitu. agar saat melukai lawan atau hewan buruan, bisa tersebut melumpuhkannya dengan cepat walau cuma kena sabetan seujung kuku saja. dan di kemiliteran pun, cara memberikan bisa hewan beracun pada pisau diajarkan. saya membiarkannya berkarat dan tidak dibersihkan, agar efek pada luka saat korban terkena sabetan pisau semakin kuat. kan kalo besi berkarat, bisa menyebabkan tetanus !? ya nggak ?

kembali ke topik pembicaraan kita. Senjata pusaka adalah hal yang biasa saja. pandangan bahwa senjata pusaka itu bernilai mistik dan keramat, itu salah ! Senjata pusaka itu bernilai historis (sejarah) dan memorable (kenangan). cuma itu !

terlepas dari itu, sering kita dengar sebuah senjata pusaka itu sakti, keramat, dan konon berpenghuni makhluk ghaib. dalam pandangan Islam, itu bisa terjadi. toh Jin itu kan tinggalnya nggak bisa ketebak dimana. kadang di rumah kosong, di liang-liang tanah, di jamban, di pasar-pasar, disimpang-simpang jalan, di pohon-pohon besar, atau ditempat-tempat kotor lainnya, dan tidak terkecuali di dalam sebuah batu atau senjata pusaka. Jin itu tinggal didalam benda pusaka, bisa karena kemauan si Jin sendiri, atau karena permintaan orang kepada si Jin nya.

Islam sendiri tegas ! bersekutu dengan Jin dihindari, karena banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. mudharat pertama ; kita tidak tahu, jin yang jadi teman ini tergolong jin kafir atau memang jin muslim. bisa saja dia berpura-pura baik dan bersikap seperti ulama, padahal sebenarnya ia utusan Iblis untuk menyesatkan manusia. mudharat yang kedua ; Adab dan budaya mereka berbeda dengan kita. Allah menciptakan manusia dan alamnya, ya untuk kita tinggali. sedangkan Jin punya alam dan kehidupannya tersendiri, kenapa kita malah mau berteman dengan mereka. dengan adab dan kebudayaan yang berbeda, ditakutkan timbul perselisihan dan salah pandang dalam masalah akidah. asal tahu ! Jin Muslim sendiri sangat menghindari kontak dengan manusia, karena mereka tahu kodrat mereka sebagai Jin. jadi kalo ada Jin ngakunya muslim tetapi ngebet banget pengen temenan ama kita yang manusia, hati-hati dan ditolak aja deh. siapa tau musuh dalam selimut. [biasanya juga begitu].

namun dalam beberapa sumber, jin yang tinggal didalam senjata pusaka itu biasanya atas kemauan si Jin sendiri. bahkan ada yang memang sepenuh hidupnya untuk tinggal disana. untuk golongan ini, mereka disebut Khadam yang dalam bahasa arab berarti pembantu [tukang tolong-tolong]. Khadam sendiri statusnya diatas Jin, namun dibawah malaikat. mereka memiliki sifat-sifat kemalaikatan (sama sepeti yang ada pada manusia). namun, tidak semua Jin itu khadam, tetapi semua khadam pasti Jin.

nah apa bedanya antara khadam dan jin ?

1. Khadam memiliki sifat-sifat kemalaikatan yakni kesetiaannya pada tugas yang sudah ditentukan oleh Allah. Jika Allah memerintahkan dan menempatkan mereka pada sebuah keris, ya mereka akan dikeris itu selamanya sampai kiamat nanti. di setiap huruf-huruf pada Al-Qur'an, dihuni oleh para khadam dan malaikat. tugas mereka berdua adalah memberikan syafa'at atau manfaat kepada manusia yang mengamalkan surat-surat pada Al-Qur'an. sudah tentu atas izin Allah. seperti surat Al-Waqi'ah untuk kerezekian, jika diamalkan dengan istiqomah, Allah akan membuka pintu rezeki bagi yang mengamalkannya. dan melalui khadam beserta malaikat yang ada di surat dan huruf-huruf pada surat Al-Waqi'ah lah Allah akan memberikan manfaat kepada pengamalnya. atau ayat Kursi, konon ada ratusan khadam dan ratusan ribu malaikat yang menghuni ayat tersebut. barang siapa yang mengamalkannya dengan baik, khadam dan malaikat-malaikat untuk akan memberikan manfaat. tentu saja itu semua atas kemurahan dan perintah Allah. di langit yang berlapis 7, pada setiap lapisnya dihuni oleh ribuan malaikat (?), dan orang yang mengamalkan ayat kursi, namanya disebut-sebut dan do'anya dilancarkan oleh para malaikat tersebut.

2. Khadam tidak beranak pinak.

3. Khadam mengikuti perintah orang yang memiliki hak atas kepemilikan benda yang dihuni oleh si Khadam. misalnya, saya punya batu yang dihuni oleh sebuah khadam. ternyata khadam itu bertugas untuk membuat saya kebal. jika saya meminta khadam batu tersebut untuk membuat saya kebal, maka ia akan menuruti. tanpa syarat! karena tugasnya emang itu. berbeda dengan jin, mereka ada yang mau disuruh-suruh, ada juga yang membangkang. hehehee. kayak manusia. jadi kalo seandainya nanti kamu pusaka pusaka yang berpenghuni makhluk ghaib, tes aja ! kalo kita memerintahkan sesuatu, trus dia minta ini itu, bisa dipastikan kalo nggak Jin ya Syetan. tetapi kalo diperintah sesuatu ia lansung manut atau nurut, tanpa syarat, kemungkinan besar itu Khadam.

-------------------------------------------
Memiliki senjata pusaka yang berpenghuni ghaib seperti itu, baik khadam ataupun Jin, tidak berdosa dan tidak salah. Yang salah dan yang bikin dosa itu, kalo kita mengkultuskan atau menyembah senjatanya. menganggap bahwa kekuatan senjata pusaka itu luar biasa, dan bikin kita lupa kalo kekuatan itu atas izin Allah, itu yang salah. makanya, di zaman dahulu, yang punya senjata pusaka berpenghuni ghaib itu, tidak sembarangan orang. orang yang mau memiliki atau diwarisi senjata pusaka berpenghuni, harus diseleksi ketat. Akidahnya dan tauhidnya harus benar. Ilmu agamanya kuat. biar imannya nggak kepeleset sewaktu memegang senjata itu. termasuk jimat.

jimat itu boleh dimiliki, yang tidak boleh itu ;

1. menyembah jimatnya, dan lupa kalo kekuatan Jimat itu atas izin Allah.

2. memakai jimat untuk maksiat.

3. mendapatkan jimat dengan cara maksiat. misalnya, membunuh orang, dll.

Jimat itu kan, benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan. saat Allah menyerahkan bumi dan seluruh isinya untuk dikelola manusia, termasuk sumber daya alam seperti minyak bumi, emas, dan jimat-jimat. kita diperbolehkan untuk memanfaatkannya dan menggunakannya. Rasulullah melarang dan mengharamkan surga bagi para pemakai jimat, karena Jimat itu lebih sering bikin iman orang kepeleset. dan jimat yang diharamkan oleh Islam itu adalah jimat-jimat para tukang sihir, dukun-dukun yang nggak jelas akidahnya, dan jimat-jimat yang untuk maksiat. sedangkan wifiq atau rajahan dari ayat-ayat Al-Qur'an, juga berhak dikatakan jimat, namun cara mendapatkan dan sumber kekuatannya kan dari Allah.

contoh sederhana saja, daun sirih. asal kamu tahu, daun sirih yang ketemu ruas itu punya daya atau energi ghaib. makanya manjur dan banyak dipakai oleh para tabib dan pengobat alternatif. sekarang, sirih itu kan kekuatannya dari Allah, kenapa orang yang memanfaatkannya untuk obat tidak dikatakan syirik ? saat sebuah jimat itu memiliki kekuatan, maka kekuatan itu kan dari Allah juga, kenapa yang make lansung dikatakan syirik ? padahal belum tentu lho. kalo yang make jimat itu malah bergantung ama jimatnya, dan bikin imannya keseleo, nah itu baru syirik ! tetapi, sebaiknya untuk kamu-kamu, jangan pernah make jimat-jimat deh.

walaupun nggak untuk maksiat atau cara ngedapetinnya halal, tapi resiko iman kepeleset dan rusak tetap terbuka. bayangin nih, kita shalat tetapi keyakinan kita akan kekuatan jimat terus jalan. rusaklah nilai shalat itu. Semua kekuatan datang dari Allah. jadi, jangan coba-coba make jimat !

demikian juga dengan senjata pusaka yang keramat. dibilang keramat boleh, dibilang sakti boleh, di pelihara boleh, yang tidak boleh itu ya menyembahnya, mengkultuskannya, menyakini kalo kekuatan itu milik ghaibnya. padahal kekuatan itu kan atas izin Allah. kenapa dibolehkan memiliki senjata pusaka atau benda berpenghuni ghaib ?

1. Allah memang menurunkan keselamatan, kemuliaan, kerezkian, kepada manusia. namun Allah juga menurunkan pembantu-pembantunya untuk menolong manusia yang ingin mencapai keselamatan, kemuliaan, dan kerezkian itu. kan Allah tidak menurunkan semuanya itu begitu saja. manusia harus berusaha dan mencari-cari kuncinya supaya nikmat Allah itu bisa kita raih. kalo mau dapat rezeki, ya kerja. selain kerja, ya do'a. dan kalo seandainya kita punya  benda yang dihuni khadam kerezekian, ya itu bentuk bantuan Allah juga.

jadi dengan banyaknya usaha dan adanya pembantu kiriman Allah, cita-cita lebih mudah diraih. demikian juga dengan keselamatan. memang datang dari Allah. keselamatan harus juga diusahakan. kalo mau naik kendaraan, ya baca do'a dulu. trus kalo bawa kendaraan, patuhi aturan lalu lintas dan hati-hati. trus kamu punya benda berkhadam keselamatan, ya itu bantuan Allah biar keselamatan kamu makin dijamin Allah. semakin banyak usaha dan bantuan, tentu tujuan akan bisa diraih dengan mudah toh ?!? hehe

2. itu nikmat yang Allah berikan. manfaatkan dan pergunakan sebaik-baiknya. kan di larang untuk menyepelekan rezeki dan nikmat Allah.
trus ada juga yang bilang, memandikan pusaka itu sama aja dengan nuruti kemauan si Jin atau khadam yang ada di dalam benda berpenghuni atau senjata pusaka itu, syirik dong. ops ! nanti dulu. memandikan pusaka itu, termasuk bentuk tanggung jawab kita terhadap benda yang kita pelihara. analoginya nih, kita punya motor, kalo motor kita itu kotor dan penuh lumpur, ya dicuci dong.

itu kan sebagai wujud tanggung jawab kita sebagai yang punya motor. demikian juga dengan memandikan benda pusaka. tanpa diminta sama jin atau khadamnya, memandikan pusaka itu termasuk tanggung jawab kita merawat benda yang kita pelihara. jangan cuma make doang ! diurus dong. kalo kotor, dicuci. kalo udah waktunya mandi, ya dimandiin. kalo udah waktunya makan, ya di kasih makan. tetapi ingat ! hati-hati dalam memberikan mereka makan (sesajen). kalo ghaibnya pengen yang aneh-aneh dan kamu tahu permintaannya itu menyulitkan dan terlihat menentang fiqih, syari'at Islam, ga usah dituruti. itu jebakan mereka supaya kamu musyrik. buang aja tuh pusaka kalo begitu. kadang mereka minta madat turky (narkotika), darah ayam, dll. kalo udah begini, yah jelas musyrik lah ! jebakan nih !

sesajen itu tidak haram dan boleh, itu ibarat kita ngasih makan hewan peliharaan kayak ngasih kucing kesayangan ikan asin, ngasih lembu rumput segar. niatnya aja yang diluruskan. kalo niatnya ngasih makan untuk persembahan, yah sama kayak orang jahiliyah yang ngasih kurban untuk berhala dong ! niatnya ngasih makan sebagai tanggung jawab tuan terhadap peliharaannya, ini sih nggak masalah. seseorang yang bisa menjaga akidahnya walaupun memiliki benda seperti ini, biasanya tidak akan terpengaruh oleh rengekan si ghaib penghuni pusakanya. kalo rengekannya itu minta hal-hal yang nggak bener dalam Islam, dia bakal diem dan cuek. malah dibuang tuh pusaka. dia juga nggak ngasih hal yang special. kalo kamu ada ngeliat orang yang memperlakukan pusakanya seperti raja (kebanyakan di Jawa nih), jauh-jauh aja dari mereka. masa mau sih di perbudak ghaib kayak begitu...? giliran shalat males-malesan.

namun ada juga aturan-aturan tertentu tentang memperlakukan keris dan senjata pusaka seperti apa. namun itu semua karena nilai kebudayaan, adab, dan bagian dari kesenian. bukan menyembah-nyembah sesungguhnya.

(sesajen pada dasarnya adalah persembahan kepada sesuatu yang dianggap berkekuatan besar. jadi penggunaan kata sesajen untuk memberikan makan, cukup rancu juga.)
---------------------------
Inti dari tulisan ini adalah : meluruskan persepsi orang-orang tentang apa itu pusaka. pusaka bukanlah hal yang bersifat mistik, tetapi bernilai historis dan memorable. dilema tentang memiliki senjata pusaka atau benda yang berpenghuni ghaib seperti khadam dan jin. memilikinya boleh, dan menyimpannya boleh, dan memanfaatkannya boleh. karena itu kan bentuk nikmat dan bantuan Allah juga. yang tidak boleh itu adalah menyembahkan, mengkultuskannya, menyakini kekuatan itu dari bendannya, bukan dari Allah. memanfaatkan benda-benda itu untuk maksiat. atau mendapatkannya dengan cara yang melanggar syari'at dan pondasi utama Islam. Rukun Islam, Rukun Iman, dan Rukun Ihsan.

masalah syirik ini sangat tersembunyi. adanya didalam hati. kalo kita tetap menjaga keimanan dan tauhid kita untuk Allah, dan menganggapnya hanya bantuan Allah, tidak lebih, memiliki benda-benda seperti itu atau pun jimat, dibolehkan. asal sesuai dengan ketentuan yang diatas. namun jimat biasanya adalah benda yang dibikin oleh dukun-dukun. jadi, walaupun boleh, saya tegaskan JIMAT yang seperti itu TETAPLAH HARAM. lain kalo jimatnya dari ayat-ayat Al-Qur'an. karena sahabat Rasul pernah bertanya tentang menyimpan tulisan-tulisan jimat ataupun yang dibuatkan kalung dari ayat-ayat Al-Qur'an. Rasul memperbolehkannya.

Nah ! KALO SEANDAINYA KAMU KURANG YAKIN UNTUK MEMEGANG BENDA-BENDA SEPERTI ITU, KARENA TAKUT JADI SYIRIK ATAU MERUSAK AKIDAH, SEBAIKNYA NGGAK USAH DISIMPAN ATAU DI PELIHARA.

walaupun boleh karena alasan kemampuan kita dalam menata iman, tetap aja, para ulama sangat keras melarang kita memelihara benda-benda seperti itu. yah karena mudharatnya itu lho. apalagi mengamalkan sihir, menyimpan jimat, datang ke dukun-dukun yang nggak bertanggung jawab dengan akidahnya. (udah tahukan mana jimat yang diharamkan dan jimat yang dibolehkan Islam. walaupun beda, tetapi pada hakikatnya, tulisan-tulisan rajah dari Al-Qur'an kan namanya juga jimat. yang bikin beda itu cara mendapatkan, manfaat, dan keyakinan terhadap sumber kekuatannya.)

JIMAT HANYA DIPAKAI OLEH MEREKA YANG LEMAH ! JIKA INGIN MEMPERKUAT DIRI; BELAJAR, BERLATIH, DAN BERAMAL, SERTA MENDEKAT KEPADA ALLAH!

Pada akhirnya, Allah lah sebagai sumber kekuatan, keilmuan, dan rezki. daripada memelihara benda kayak begitu yang bikin iman kita melorot, lebih baik jangan. nggak punya pun nggak ngaruh tuh. daripada bikin ke ISLAM an kita rusak. ya nggak. :)

SATU :: PENAMPAKAN


Adik-adikku, ketakutan sebenarnya mengkerdilkan kita. Allah menciptakan manusia dengan derajat yang lebih baik dari pada Malaikat, Jin, Syetan/Iblis, hewan, maupun tumbuhan. namun kadang kala, disatu sisi, manusia merendahkan derajatnya, baik dengan sengaja ataupun tidak di depan makhluk-makhluk yang tersebut diatas. Bukan berarti kita harus angkuh juga. namun berhentilah mengkerdilkan diri dan merendahkan derajat mu, jika memang kualitas dirimu itu dijamin oleh Allah.

Di zaman sekarang, lagi ngetrend nih istilah "penampakan" dan sejenisnya. bahkan dalam beberapa kesempatan, hal yang kayak begini di komersilkan. beberapa diantara temen-temen kitapun mengaku pernah ngeliat sosok penampakan entah itu dalam bentuk perempuan, laki-laki tinggi besar dengan mata menyala, dll.

tahu kah kamu adik-adikku ?
hal yang harus kamu ketahui adalah : ISLAM sangat berhati-hati dalam membahas masalah yang sifatnya ghaib. namanya aja ghaib, ya jelas tak kasat mata. seperti masalah ruh, neraka, surga, kematian, malaikat, singgasana Allah, termasuk masalah penampakan. nah, sekarang kenapa ISLAM amat berhati-hati dalam menyingkapi masalah ghaib ?

1. karena masalah ghaib, yang ahli ya yang menciptakan ghaib itu [ALLAH SWT].

2. Allah menurunkan sedikit saja pengetahuan tentang masalah ghaib ini kepada manusia.

3. Masalah ghaib itu bukan urusan manusia sepenuhnya, tetapi urusan YANG MAHA GHAIB = ALLAH.
kita akan bahas satu persatu, dari masalah Penampakan dulu dan bagaimana cara kita menyikapinya sebagai umat Muslim.
---------------------
PENAMPAKAN ?
fenomena ini udah ga asing toh bagi kalian ? atau ada yang pernah mengalami..?
saat kita menangkap 'penampakan' ini, ada 2 hal yang penting dan harus kalian perhatikan. yakni mengedepan pemikiran rasional dan kembalikan kepada Allah. mungkin, lagi asik-asik duduk di teras rumah waktu maghrib, tiba-tiba ngeliat sesosok perempuan berambut panjang, bergaun puith, melintas didepan rumahmu. asumsi orang indonesia, itu kuntilanak. tapi pada dasarnya, genderuwo, pocong, kuntilanak, sundel bolong, dan temen-temennya, sama aja ! sama-sama jin kafir/syetan yang ingin merusak keimanan kita. wujudnya aja yang beda, tapi isinya sama. kalo dianalogikan pada manusianya nih, manusia yang kafir itu wujudnya ada yang jadi pembunuh, perampok, pemerkosa, pengunggah video porno, dll. hehehehe

Ketika jin menampakkan dirinya secara nyata didepan mata manusia, ia pun telah melanggar kodrat yang telah Allah tentukan atasnya. Saat Allah menciptakan Jin dengan alamnya yang tersendiri, mengapa mereka malah kepengen muncul di dunia manusia ? kalo seandainya larangan untuk muncul di dunia manusia itu dilanggar oleh mereka, jelas dong mereka ini adalah kaum yang tergolong bebal = kafir.

dan satu lagi, antara alam manusia dan alam jin, terdapat frekuensi yang berbeda. ketika si Jin ini kepengen muncul dan menampakkan diri didunia manusia, mereka membutuhkan energi yang besar, dan itu menguras banyak tenaga lho. makanya mereka lebih memilih jalan yang ringkas dan ga melelahkan, yakni merasuki tubuh manusia. yap ! kerasukan adalah cara jin untuk berinteraksi dengan manusia yang tergolong mudah, selain datang melalui mimpi.

makanya, setiap penampakan mereka, bagi yang pernah ngeliat, itu biasanya cuma sebentar banget dan sekilas. kagak nahan die kalo kelamaan. cuma 4 opsi kalo seandainya ada jin yang menampakkan dirinya dalam waktu yang cukup lama ;

1. Jin kelas berat. kayak Ifrit. tahu kan sewaktu Rasulullah Isra dan Mi'raj dengan Malaikat Jibril AS mengendarai Buraq, ada Jin Ifrit yang mengejar beliau dengan obor [bintang yang berpijar panas kayak matahari] ditangannya. niatnya si Ifrit apa ? ya mau membunuh Rasulullah dengan membakarnya pake obor yang ada ditangannya. ia mengejar beliau dan Jibril AS sambil melompat, dan satu lompatan kakinya melangkahi 350 gunung. dengan hitungan, satu gunung jaraknya 1000 langkah kaki. namun atas izin Allah, si Ifrit akhirnya terjungkal dan terbakar oleh obornya sendiri. kebayangkan kemampuan ifrit ini bagaimana ? dalam riwayat Nabi Sulaiman AS pun demikian. si Ifrit mampu membawa singgasana Ratu Saba dengan kecepatan sebelum Sulaiman AS berdiri dari kursinya.

2. Kamu lagi halusinasi karena depresi berat. tertekan karena beban pikiran atau ada masalah psikis. contoh nih : karena lagi mau deket2nya UN, kamu tertekan abis karena beban ujiannya yang berat, pelepah pohon pisang goyang-goyang ditiup angin pun kamu kira sundel bolong.

3. Kamu di semayami Jin/ Syetan. tahu ga adik-adikku ? Rasulullah mengatakan bahwa ; Jin/Syetan itu menembus pori-pori tubuh manusia, dan berjalan-jalan dalam aliran darah, kemudian menuju syarafnya. kalo udah begini, kacau deh ! makanya syetan itu mudah merayu manusia, ya karena itu. jadi jangan heran Rasul menganjurkan kita berpuasa, dikarenakan orang yang berpuasa itu tubuhnya panas, aliran darahnya pelan. dan Syetan ga doyan dengan hawa panas orang yang berpuasa, dan dia ga bisa jalan-jalan ditubuh kita dengan bebas karena aliran darahnya pelan banget. so, jangan heran orang yang berpuasa itu lebih mudah mengendalikan nafsunya sebab syetan ga kenceng dan ogah dekat-dekat dengan kita.

ketika tubuh kita disukai syetan karena suka makan/minum yang syubhat dan haram, maka ia akan tinggal diperut kita. kalo kita suka berkata-kata kotor, dia akan tinggal dimulut kita. kalo kita suka nonton video yang ga senonoh dan males bangun buat shalat shubuh, dia numpang tidur dan kencing dimata kita. kalo kita suka berfikir yang nggak-nggak, dia akan bersemayam di otak kita. kalo kita suka iri, dengki, dendam, dan sejenisnya, dia bertempat tinggal di hati kita. kalo dia udah bersemayam didalam tubuh manusia, jadilah kita manusia yang suka mencaci, fitnah orang sana-sini, pendendam, iri hati, dan sifat buruk lainnya.
tetapi mungkin ga dia kuat tinggal ditubuh kita kalo shalat terus kita jaga ? mulut senantiasa mengucap yang baik-baik ? hati terlepas dari sifat jelek? otak jauh dari pemikiran kotor? Rasanya nggak bakalan tahan tuh Syetan deket-deket.

4. karena hakikat batin kamu (baca; cahaya ruh) sudah menyentuh dunia mereka. seperti mimpi lah, tetapi kalian merasakan, dan sadar dengan lingkungan sekitar.

Nah, kenapa ketika kita melihat penampakan itu disuruh untuk berfikir Rasional oleh ajaran Islam ? jawabannya : karena kita sendiri ga tahu itu emang beneran jin, atau cuma halusinasi doang. hanya orang-orang tertentu yang tajam mata hatinya, yang bisa membedakan ini beneran jin mau coba-coba atau cuma halusinasi. walaupun tidak tertutup kemungkinan orang biasa juga bisa ngeliat. tetapi berfikir rasional dan mengedepankan logika tetap diperintahkan karena alasan itu. biar tidak timbul fitnah dan prasangka yang tidak-tidak.

itu alasannya kenapa Rasul, shahabat, ulama, tidak suka dengan orang-orang yang menggembar-gemborkan pengalamannya ketemu dengan makhluk ghaib. bisa aja yang dilihatnya itu cuma halusinasi. kan Islam mengajarkan kita untuk berhusnuzhan alias positif thingking. jangan dipelihara sifat menduga-duga karena pangkal fitnah adalah menduga-duga.

coba tenangkan diri kamu, liat dulu, itu beneran perempuan apa ga ? waktu diliat bener-bener eh itu bukan cewek ! gedebong pisang ! kan malu !

selanjutnya, kalo kamu tidak menemukan jawaban logis atas peristiwa itu, kembalikan kepada Allah. dan lupakan ! karena bisa aja Allah pengen menunjukkan kekuasaannya. dan kenapa harus dilupakan ? karena itu urusan ghaib. dibahas, dikaji, diteliti, sampai kapanpun ga bakalan abis-abisnya. hahahah

itu lah sikap yang harus kalian tonjolkan sewaktu menangkap fenomena ini. kadang, baru ngeliat sepersekian detik penampakan ga jelas aja udah teriak. heboh satu kampung. di bilang ini lah, itulah. ga baik. malah bikin suasana ga baik. calm down dong. kan begitu akhlak muslimin dan muslimat yang baik. ga meledak-ledak atau emosional kalo ngeliat sesuatu yang belum jelas kepastiannya.

dan kalo pun itu memang Syetan dengan wujud yang menyeramkan, kalian nggak perlu takut. kalo memang takut dengan hal-hal yang sifatnya ghaib, seharusnya kalian takut dengan Dosa ! karena dosa itu ghaib sifatnya dan lebih menyeramkan dari pada mukanya setan. sebuah riwayat : seorang ahli ibadah Yahudi telah Allah berikan keistimewaan dengan bisa melihat syetan-syetan yang menggoda manusia. betapa terkejutnya ia dengan banyaknya syetan yang mengerubungi satu manusia. namun, ia kepengen penglihatannya itu diganti dengan bisa melihat dosa saja, karena dia pikir, penampakan dosa lebih baik daripada penampakan syetan yang menjijikkan. namun, ketika Allah berikan ia penglihatan itu, dia shock bukan main! betapa mengerikannnya dosa itu naik ke langit untuk di timbang. bahkan berkali-kali ia pingsan. atas izin Allah pulalah penglihatan dosa itu dihapuskan darinya.
--------------------------------
MENYIKAPI PENAMPAKAN
Hahaha, adik-adikku, kalian baru takut dengan syetan kalo dia menampakkan dirinya dengan wujud yang menyeramkan. tetapi, kalo Syetannya menjelma dalam wujud perempuan cantik dan cowok ganteng, kalian kok ga takut?

Yang harus kalian takuti itu bukan wujudnya, tetapi misinya. dalam menyikapi fenomena ini, jangan lansung men-judge "wah ! setan lewat nih !". belum tentu, siapa tahu itu cuma halusinasi dan bayang-bayang. hal penting dan utama yang mesti kita lakukan adalah mengamatinya dulu. yap ! berfikir rasional. coba cari jawaban ilmiah atas penampakan itu semua. kalo pada akhirnya fenomena itu ga ketemu jawabannya dalam pemikiran ilmiah, yah berarti memang urusan ghaib. lupakan dan kembalikan pada Allah. toh, penampakan juga ga ganggu kita kan ? cuma menampakkan diri doang.

Syetan sampai hari kiamat nanti tidak akan henti-hentinya menggoda manusia. tahukah kamu adik-adikku, cara syetan menggoda manusia itu tergantung tingkat keimanan seorang hamba. kalo keimanannya rendah, godaan itu biasanya berupa makanan/minuman dan uang. keimanan tingkat agak rendah, dia ganggu pake penampakan-penampakan yang menyeramkan. keimanan tingkat menengah, mereka goda dengan kenikmatan-kenikmatan yang laknat. keimanan tingkat atas, mereka goda dengan memunculkan sifat sombong dan angkuh karena ibadah.

jadi, malu kan kalo ngakunya iman kuat, malah pengen jihad ke Palestina, tapi ngeliat pocong aja pipis dicelana.

Jika penampakan itu memang ulah Jin kafir atau syetan yang ingin merusak akidah kita, ga usah takut. kan kita shalat ! apa yang kalian ucapkan ketika ingin memulai shalat setelah niat ? kalian ngucapin takbir kan ? ALLAHU AKBAR kan ? ALLAH MAHA BESAR kan ?

ketika kalian shalat dan bertakbir, berarti kalian memasrahkan diri kalian pada Allah. ucapan ALLAH MAHA BESAR itu keyakinan kalian bahwa tiada daya dan kekuatan yang seBESAR ALLAH di dunia ini. jadi, kenapa masih takut ketemu kuntilanak kalo ALLAH itu MAHA BESAR..? dan orang yang shalat itu mendapat penjagaan dari Allah. makanya kalo makan, masuk WC, masuk rumah, ngebuka baju, membaca buku, tidur, dan pekerjaan apapun, Rasulullah memerintahkan kita membaca Bismillaah dan ngucapin salam. biar Allah tahu, "Oh, hamba Ku yang satu ini suka banget menyebut namaku..", dan karena namaNya disebut, Dia jadi perhatian dan sayang ama kita. Syetan pun jadi segan mau dekat-dekat.

Jangan mau dibodoh-bodohi Syetan dengan wujudnya yang menyeramkan. apanya yang ngeri dari rambut panjang ? apanya yang ngeri dari gaun putih ? apanya yang ngeri dari darah-darah ?
rumah, gedung, asrama, kamar, yang katanya ada Jin dan Hantu, terus mau di usir, kalo dirimu sendiri masih lemah aqidahnya yang syetannya ga mau pergi-pergi.

ada nih yang lucu, karena gedungnya angker, yang punya gedung minta supaya gedungnya di Ruqyah biar setannya pada pergi semua. adik-adik, sebelum kalian meruqyah gedung, ruqyah lah diri kalian sendiri dulu. artinya, perbaiki dulu keimanan, tauhid, serta akhlak dan kekokohan agamamu dulu. kalo gedungnya dulu yang diruqyah, syetannya emang pergi. tapi kaliannya aman ga ? apa kalian selamanya didalam gedung ? setannya emang ga bisa masuk ke gedung itu, tetapi dia menanti kalian saat keluar dari gedung.

tapi coba kalo diri kalian dulu yang diruqyah, mau didalam gedung, diluar, dijembatan, dijalan, disungai, dikamar, dimana aja, setan ga bisa ganggu karena diri kalian sendiri sudah tangguh.

Rasulullah pun mengajarkan bahwa setiap muslim itu harus pandai me-ruqyah dirinya sendiri. Ruqyah adalah metode pengobatan dengan bacaan dari Al-Qur'an pada surat-surat tertentu yang sesuai dengan penyakitnya. Ruqyah tidak terbatas hanya masalah penyakit atau gangguan jin, tetapi juga penyakit fisik kayak diabetes, tumor, kanker, dan penyakit psikis seperti stress, depresi, lagi gelisah, sakit hati, was-was. Beliau pun memerintahkan kita untuk berdzikir supaya ingat dengan Allah dan Allah pun mengingat kita. bekali diri kalian dengan do'a, dzikir, ibadah, dan ilmu. Insya Allah, syetan [yang ngakunya] sesakti apapun, ga bakalan bisa menampakkan diri dimata kalian.

dan lagi, jaga kebersihan. karena Syetan ga suka dengan tempat yang bersih-bersih. terus mengenai orang yang sakit karena di ganggu Jin. itu bisa jadi. asal kamu tahu, Jin itu punya tabiat yang amat sensitif. mereka mudah tersentuh, dan juga mudah tersinggung. kebanyakan, orang yang sakit karena ulah jin, ya karena kesalahannya sendiri. contoh : kencing di pohon sembarangan tanpa permisi. atau buang hajat besar di liang-liang tanah. berbuat mesum ditempat-tempay sunyi. bukannya Rasul berkata "kamu tidak melihat mereka (bangsa jin), tetapi mereka melihat kamu dari sudut yang tak terkira.". kan dalam hadits-hadits lainnya, Rasul juga melarang kita buang hajat di liang-liang tanah, dan berthaharah dengan tulang-belulang. karena di liang-liang tanah itu bisa jadi ada binatang yang tinggal, atau jin yang tinggal. kalo kamu kencingin, tanpa permisi lagi, ya jelas berbuat zhalim lah namanya. tulang-tulang pun dilarang rasul dijadikan alat bersuci karena "itu makanan bagi saudara-saudaramu (baca; Jin Muslim)". jadi kalo mau buang hajat ditempat asing, liat-liat tempatnya kek. jangan kencing disarang ular, apalagi di sarang harimau..! kalo ngerasa aneh atau kayak ada orang disekitar kamu, ucapin salam, siapa tahu ada Jin lagi kongkow ditempat kau mau buang air. ga etis kan, kalo kamu buang air ditempat nongkrongnya Jin tanpa permisi lagi. Subhanallah ! -____-

nah, kalo ga percaya Jin itu ada, kenapa Allah memasukkan kata Al-Jin sebagai surat dalam Al-Qur'an...? kenapa ada riwayat tentang Rasulullah yang berdakwah ke alam Jin ? kenapa hikayat Nabi Sulaiman didalam Al-Qur'an bercerita tentang kekuasaan beliau terhadap bala tentara manusia, jin, hewan, dan awan itu ada ?

Jin adalah makhluk Allah juga. imani, tetapi jangan disembah. mengimani maksudnya, yakini keberadaan mereka sebagai tanda kekuasaan Allah.
------------------------------
semua penjelasan diatas, kayaknya cukup untuk menjelaskan kepada kamu tentang fenomena penampakan dalam Islam. tidak tertutup kemungkinan yang kamu liat itu emang syetan atau Jin kafir yang mau mengganggu.

tetapi nggak usah lebay-lebay juga kalee menanggapinya. biasa aja. Karena Rasulullah pun menegaskan, "kamu tidak melihat mereka (bangsa jin), tetapi mereka melihat kamu dari sudut yang tidak terkira..". selalu persiapkan diri kalian dari terjangan mereka. tahu ga ? perbandingan manusia : jin/syeitan : malaikat itu = 1:9:11. jadi, satu manusia akan diserbu 9 syetan dari perbagai penjuru. waspadalah kata Rasulullah ! musuh yang nyata ini akan datang dari depan, belakang, timur, barat, atas, bawah, dari lautan, dari langit, dan dari mana aja. terutama orang yang dengan sengaja merenggangkan shafnya waktu shalat. shaf yang renggang, syetan nyelip tuh. hehehe

kalo seandainya ada yang mau ditanyakan, silahkan. hehehe. maaf kalo tulisannya kepanjangan , namanya juga penjelasan.

 "Jika seandainya makhluk saling memilih Raja, seharusnya Manusia lah Raja Dunia.."

Minggu, 13 Mei 2012

ILMU PENDERAS REZEKI! :P

Semua orang mengharapkan kualitas ekonomi dan finansial yang memadai. Tujuannya agar kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka (selain pokok, sampingan, dan barang mewah), tercukupi dengan baik. Namun, setelah bekerja keras siang malam, hanya saja sering mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Atau anda kadang iri melihat orang lain, yang hanya bekerja sekian jam saja, sudah bisa mendapatkan uang yang mencengangkan jumlahnya.

Untuk itu, saya kali ini akan memberi tahu anda, bagaimana rahasianya orang-orang seperti itu bekerja. Insya Allah, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan punya keyakinan, apapun yang anda usahakan akan lancar.

1. LUNASI HUTANG-HUTANG ANDA.

Jangan pernah berharap bisa mendapatkan penghasilan atau rezeki yang melimpah, tetapi gemar berhutang dan enggan melunasi. Sebab tersendatnya rezeki anda, salah satunya adalah; mempunyai hutang tapi tidak ada upaya untuk melunasinya.

Ketika anda berhutang, pihak yang anda hutangi telah anda persulit. Walau di dalam Islam si pemberi hutang ditekan untuk mempermudah orang yang berhutang, tetap saja harus ada usaha nyata agar hutang anda terlunasi segera. Jika ada kesengajaan memperlambat bayaran hutang, anda telah mempersulit si pemberi hutang. Kita tidak pernah tahu kesulitan mereka, apakah mereka juga sedang butuh uang untuk keperluan lain, atau tidak. Kecuali mereka yang mengabari.

"Jika engkau mempersulit urusan orang, maka Allah akan mempersempit urusan mu."

Rezeki yang tersumbat dan tidak lancar, bisa karena anda mempunyai hutang-hutang yang belum anda lunasi. Segera niatkan untuk melunasinya, dan Insya Allah, niat itu akan dimudahkan oleh Allah.

Berikut paparan tentang bahaya hutang untuk anda dalam Islam ::

1. Akan menyusahkan dirinya di akhirat kelak. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Jiwanya masih menggantung hingga hutangnya lunas. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, artinya tidak bisa kita katakan ia selamat ataukah sengsara sampai dilihat uhtangnya tersebut lunas ataukah tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142). Asy Syaukani berkata, “Hadits ini adalah dorongan agar ahli waris segera melunasi hutang si mayit. Hadits ini sebagai berita bagi mereka bahwa status orang yang berhutang masih menggantung disebabkan oleh hutangnya sampai hutang tersebut lunas.

Ancaman dalam hadits ini ditujukan bagi orang yang memiliki harta untuk melunasi hutangnya lantas ia tidak lunasi. Sedangkan orang yang tidak memiliki harta dan sudah bertekad ingin melunasi hutangnya, maka ia akan mendapat pertolongan Allah untuk memutihkan hutangnya tadi sebagaimana hal ini diterangkan dalam beberapa hadits.” (Nailul Author, 6/114).

Penjelasan Asy Syaukani menunjukkan ancaman bagi orang yang mampu melunasi hutang lantas ia tidak amanat. Ia mampu melunasinya tepat waktu, namun tidak juga dilunasi. Bahkan seringkali menyusahkan si pemberi hutang. Padahal si kreditur sudah berbaik hati meminjamkan uang tanpa adanya bunga dan mungkin saja si kreditur butuh jika hutang tersebut lunas.

3. Diberi status sebagai pencuri jika berniat tidak ingin mengembalikan hutang. Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Al

Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

4. Berhutang sering mengantarkan pada banyak dusta. Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ  .

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di dalam shalat: Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghrom (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak hutang).” Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397 dan Muslim no. 589).

Al Muhallab mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 12/37). Realita yang ada itulah sebagai bukti. Orang yang berutang seringkali berdusta ketika pihak kreditur datang menagih, “Kapan akan kembalikan utang?” “Besok, bulan depan”, sebagai jawaban. Padahal itu hanyalah dusta dan ia sendiri enggan melunasinya.
 -----------------------------------------------------------------------
2. JANGAN PELIT BERSEDEKAH.

Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)
------------
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
---------
Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)
---------
Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)
-----------

Keempat Hadits di atas rasanya cukup untuk menjadi motivasi, "mengapa harus sedekah?"

Imam 'Ali bin Abi Thalib termasuk salah satu sahabat Rasulullah yang ekonominya lemah. Beliau sekeluarga sering tak makan dalam waktu 2 atau 3 hari berturut-turut. Tetapi, satu hal utama yang membuatnya mulia adalah; BELIAU TIDAK PERNAH PELIT BERSEDEKAH!"

Jika ia punya uang 6 dirham di tangan, jika 6 dirham itu menjadi bentengnya dari api neraka di akhirat kelak, ia lebih memilih mensedekahkan kesemuanya daripada sebagian. Demikian juga dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra, istri beliau. Putri Rasulullah ini bahkan saking tak punya apa-apanya suatu waktu, namun masih ingin bersedekah, memberikan kalung perak pemberian Ayahnya sebagai hadiah pernikahannya dengan 'Ali untuk seorang pengemis. Padahal kalung itu sangat berarti dan berharga oleh beliau.

Namun, adakah kita mendengar berita kematian mereka karena lapar ? adakah kita mendapati mereka diberitakan orang, "Hei, Imam 'Ali mati kelaparan karena kebanyakan sedekah!"..

Justru mereka sering mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka setelah bersedekah. 'Ali pernah mendapat uang 300 dirham setelah bersedekah 6 dirham, melalui perantara seorang penjual dan pembeli unta, yang ternyata adalah perwujudan manusianya Malaikat Jibril dan Mikail.

Dan masih banyak lagi kisah-kisah mencengangkan tentang sedekah yang tidak mungkin dituliskan pada catatan ini saking banyaknya. Namun, jika anda mengimani Allah, maka anda tidak punya alasan untuk tidak yakin dengan janji-Nya. Jika Dia menjanjikan ini dan ini, maka percayalah, Allah akan membuktikannya.

MENGAKU IMAN KEPADA ALLAH DAN KEKUASAANNYA ? SILAHKAN SEDEKAH DAN YAKIN! TANPA, "TAPI..." ATAU PUN KOMA.
  -----------------------------------------------------------------------

3. PERHATIKAN IBADAH & AMALIYAH LAINNYA.

Jika suatu waktu anda merasa tidak diperlakukan adil dibanding dengan orang-orang lainnya, coba tanya pada diri anda, "Sudahkah saya 'memperlakukan' Allah dengan baik?"

Undang Allah dalam jamuan anda dengan berpuasa, dan berbuka di waktu maghribnya. Undang Allah dalam pertemuan mesra dengan qiyamul lail / ibadah malam pada bagian sepertiganya. Jangan melawan perintahnya dan jadi pembangkang.

Selama ini anda bekerja keras siang malam ? Aduuuuhhh! Itu Anda sudah melalaikan Allah banget! Bekerja keraslah dengan cerdas. Tanpa melalaikan tubuh anda, keluarga anda, dan Tuhan anda. Jika dipagi hari, sebelum berangkat kerja atau di tempat kerja, sempatkanlah shalat dhuha. Khalifah Umar bin Khattab adalah manusia yang memiliki wibawa tinggi, kemuliaan dimata manusia, wajahnya bercahaya walau kulitnya (maaf) menghitam sejak jadi khalifah, dan rezekinya selalu tercukupi yang tidak seret. Rahasianya cuma satu; Beliau tidak pernah meninggalkan shalat dhuha setiap waktu dhuha masuk.

Jika sehabis shalat fardhu, sempatkanlah untuk dzikir dan berdo'a yang banyak. Di saat seperti tiga malam, dirikanlah tahajjud walau hanya sebentar, 2 raka'at saja.

Justru orang yang seperti ini, tidak pernah terlihat kelelahan dan murung karena terlalu bekerja keras. Karena ia menyempatkan waktunya untuk Allah, maka Allah 'mengupah' waktunya yang terpakai untuk Nya itu dengan nikmat yang tidak akan kita sangka.

Jika anda sudah memperlakukan Allah dengan baik, maka Allah akan memperlakukan anda lebih baik dengan layanan yang terbaik.
 -----------------------------------------------------------------------
4. SUDAH KAH ANDA BERDO'A BERSUNGGUH-SUNGGUH ?

Hal penting yang paling sering di abaikan oleh orang-orang adalah; Berdo'a!

Mintalah dengan sungguh-sungguh dan penuh pengharapan. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan do'a anda. Karena itu adalah janji-Nya kepada hamba-hamba yang menggantungkan keputusan urusannya kepada Nya.

Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah : 186)

jika seorang hamba bertaubat dengan taubatan nashuha (yang tulus), maka Allah akan menerima taubatnya. Jika dia yakin do’anya akan dikabulkan, maka Allah akan mudah mengabulkan. Berbeda jika kondisinya sudah putus asa dan sudah berburuk sangka pada Allah sejak awal.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Mengenai makna hadits di atas, Al Qodhi ‘Iyadh berkata, “Sebagian ulama mengatakan bahwa maknanya adalah Allah akan memberi ampunan jika hamba meminta ampunan. Allah akan menerima taubat jika hamba bertaubat. Allah akan mengabulkan do’a jika hamba meminta. Allah akan beri kecukupan jika hamba meminta kecukupan. Ulama lainnya berkata maknanya adalah berharap pada Allah (roja’) dan meminta ampunannya” (Syarh Muslim, 17: 2).
Dari artikel Sesuai Persangkaan Hamba pada Allah — Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah by null

Nah, jika Allah sudah berjanji, kenapa anda masih ragu untuk berdo'a? Jika anda ragu dan kurang yakin, kenapa anda mengimani Allah ?Anda beriman ? Anda yakin ? Jika ya, cukup "YA" saja. Tanpa koma. Hanya titik. Dan tidak menambahkan kata "tapi!".Anda hanya perlu bersabar dan tetap berikhtiar. Karena apapun yang anda minta akan sampai ketangan anda.
 -----------------------------------------------------------------------
5. SABAR, DAN JANGAN BERHENTI BERGERAK.

Berkesinambungan dengan poin yang nomor 4, sabar itu bagian terpenting dalam hidup. Jika bersabar, anda akan melihat banyak hal. Jika bersabar, anda akan mempelajari banyak hal. Jika bersabar, anda akan mendapatkan lebih banyak daripada orang yang tak bersabar.
 -----------------------------------------------------------------------
6. LAKUKAN SESUATU YANG BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN.

Maka Allah akan melakukan sesuatu yang lebih baik untuk anda. Saya sendiri merasakannya. Ketika atasan di kantor meminta tolong untuk di beli kan gorengan karena terlalu sibuk, saya mengiyakan walau ada rasa berat karena saya akan berangkat menuju tempat lain karena ada urusan juga. Saya sebenarnya juga kasihan karena dia lembur waktu itu dan hanya sendirian di kantor. Dia menitipkan uang Rp 20.000, dan bergegaslah saya mencari tukang gorengan senja itu.

Untuk uang sebesar itu, di kota saya termasuk kecil nilainya. Di karenakan harga barang-barang disini lumayan mahal dan tinggi. termasuk gorengan! Bahkan ada yang menjual 3-4 potong per lima ribu rupiah. Entah kenapa, waktu itu mata saya tertuju kepada sebuah gerobak yang memajang tulisan, "TAHU, PISANG, BAKWAN, GORENG". Saya mengarahkan kendaraan ke sana. Dan langsung menyebutkan jumlah uangnya sambil memesan, "Bang, campur ya.. 20.000!"

Dengan cekatan ia membungkus gorengan yang saya pesan. Satu, dua, tiga... dan tiba-tiba saja dalam satu bungkus itu ada gorengan yang jumlahnya 20 potong. Masya Allah! seumur-umur saya beli gorengan di kota ini, baru kali ini dapat sebanyak itu dengan jumlah uang segitu. Dan itu baru bungkus yang pertama! Pada bungkus yang kedua, ia mengisi sekitar 12 apa 15 potong gitu karena di bungkusan yang pertama sudah tidak muat.

Sampai di kantor mengantarkan pesanan beliau, dia ternyata juga kaget. Setelah bungkus pertama yang 20 potong di salin ke piring, ia lantas mengatakan, "Yang satu, ambil saja.. kebanyakan ini..".

Alhamdulillah, malam itu, saya dapat gorengan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Saya yakin ini cara Allah bekerja, pada awalnya saya memang ingin beli gorengan pada senja itu dengan uang sendiri sebelum ia meminta tolong pada saya. Tetapi berhubung atasan itu sudah memberikan satu bungkus itu pada saya, ya sudah, saya urungkan niat saya.

Itu baru contoh dan efek kecil dari sebuah perbuatan kecil. Bagaimana jika sebuah perbuatan besar untuk orang-orang disekitar anda? Tentu balasannya akan jadi lebih besar. Kenapa harus ragu dan pelit untuk membantu orang lain sebisa kita, jika Allah telah menjanjikan balasan untuk anda? Kan ?
  -----------------------------------------------------------------------
7. ANDA BOLEH KESAL, TAPI TIDAK UNTUK MENGELUH.

Anda pun boleh menyalahkan orang lain, tetapi seperlunya saja. Jadikanlah kekesalan anda itu daya untuk kemajuan anda. Lampiaskan energi keluhan itu untuk bergerak lebih banyak. Memang, di waktu-waktu tertentu, orang lain berpengaruh dalam kegagalan anda. Tapi harus yakin lagi; Allah menurunkan ujian dan teguran itu melalui perantara orang tersebut. Jadi, tidak ada alasan untuk membenci-mati kesalahan orang lain yang berakibat buruk bagi diri anda. Karena semua hal buruk yang terjadi kepada anda, asalnya dari anda sendiri.

Jadi, tetap berupaya. Jaga semangat kerja anda!
  -----------------------------------------------------------------------
8. JANGAN PERNAH MENCELA NIKMAT DAN REZEKI SEKECIL APAPUN.

Jika di hari ini cuma mendapat penghasilan Rp. 1000, janganlah berkecil hati dan mencelanya. Jika di hari ini cuma dapat makan ikan kering dan sambal giling tanpa ditumis, janganlah mencela makanan yang rupanya mungkin buruk itu. Pikirkan skenario terburuk dari sebuah nikmat yang anda dapatkan.

Hari itu anda pulang membawa uang 10 juta rupiah, hasil dari bekerja dihari ini. Di tengah jalan, anda ditodong rampok dan uang anda dirampas. 10 juta rupiah hilang, dan itu bisa dibilang kehilangan yang cukup besar. Coba bandingkan kalau seandainya hari itu anda hanya membawa uang Rp. 1000. Rampok rasanya tidak akan berselera mengintai anda.

Atau di hari ini anda hanya makan ikan kering saja. Tiba-tiba seekor kucing pencuri datang, dan mencuri ikan anda. Coba bandingkan kalau seandainya hari itu anda dapat satu kilo daging ayam goreng. Kucing mencuri dan membawanya lari. Kekesalan anda tentu akan memuncak karena makanan enak seperti itu yang dicurinya.

Cobalah untuk yakin bahwa, "setiap jumlah dan apa-apa hasil usaha anda di hari ini, pasti punya rahasia kenapa segini jumlahnya!"

Cobalah fikirkan skenario terburuk dalam setiap kejadian dari nikmat yang kita dapat di hari ini. Lalu, jadilah orang yang bersyukur walau cuma dapat sebanyak itu di hari ini.

Cobalah untuk yakin bahwa, Hikmah dari setiap keputusan dan ketetapan Allah itu ada. Karena Allah pula lah yang menjadi Raja Hikmah-nya.

Cobalah untuk tidak mencela makanan yang mungkin buruk rupanya di mata anda. Bahkan seekor kucing pun tidak pernah mengumpat karena sedikitnya nikmat yang ia dapatkan.Ketika anda mencela apa-apa yang anda dapat, malaikat anda tersinggung dengan ulah anda. Allah akan mengabaikan anda.

Terkadang yang sedikit itu untuk menguji kadar kesabaran dan keimanan kita. Kadang yang sedikit itu sebagai teguran untuk kita karena malas atau lalai. Kadang yang sedikit itu didapat sebagai jalan untuk bersyukur.Ketika sebuah nikmat kecil anda syukuri dengan rasa syukur yang besar, apakah itu lebih baik daripada mensyukuri nikmat yang besar-besar saja?Mensyukuri nikmat daging ayam panggang, atau mensyukuri nikmat rumah mewah, itu biasa dan wajar harus bersyukur. Tetapi, orang yang bisa bersyukur dengan rasa syukur yang luar biasa untuk nikmat sepotong ikan kering ? Itu baru mantaf!